17 Tempat Makan Enak di Pontianak dan Singkawang (part 2)


Melanjutkan postingan 17 Tempat Makan Enak di Pontianak dan Singkawang bagian pertama yang mendapat sambutan hangat #ceileh, gue mau membagikan lagi 7 tempat makan enak di Pontianak dan Singkawang yang gue coba di trip kuliner gue weekend kemarin.


6. Bubur Gunting, Jalan Antasari, Singkawang
Namanya memang unik. Tapi sebenarnya ini adalah cakwe goreng yang dipotong-potong, kemudian disiram dengan kuah kacang hijau yang kental dan manis. Awalnya gue ga yakin bakal doyan, tapi ternyata oh ternyata, Bubur Gunting ini jadi salah satu makanan terfavorit gue di trip ini. 

Rasanya manis, tapi ga terlalu manis. Lagi-lagi, cocok banget dimakan ketika badan lagi agak kurang enak, karena kuahnya yang hangat dan rasanya yang manis bikin badan kembali bertenaga ketika sakit.

Di Pontianak sendiri ada makanan yang mirip, namanya Tau Suan. Base kuahnya sama, tapi cakwenya yang beda. Kalau Bubur Gunting cakwenya besar-besar, maka Tau Suan cakwenya garing-garing kecil kayak kerupuk gitu. 

Bubur Gunting ataupun Tau Suan bisa kalian temukan di banyak tempat, rasanya mirip-mirip. Kalau di Singkawang kalian bisa temukan Bubur Gunting di sepanjang Jalan Antasari dari pagi hingga siang-sore hari, sementara Tau Suan banyak banget dijual di sepanjang Jalan Gajah Mada pada malam hari.



7. Rujak Thai Pu Ji, Singkawang
Another highlight of the trip. Gue ke sana agak pagi, tapi ternyata belum buka. Akhirnya memutuskan untuk mampir lagi sebelum balik ke Pontianak, and it was worth the effort.

Ini rujak biasa. Rujak mangga, rujak buah, bahkan ada rujak sayur (baca: pecel). Yang bikin spesial adalah sausnya. Di Rujak Thai Pu Ji ini, sausnya adalah saus ebi. Bayangin kalian makan rujak dengan rasa udang. Aneh? Bisa jadi. Tapi ternyata rasanya begitu gurih dan menyegarkan, bikin kami bertiga berebutan.

Di sini juga ada beberapa makanan lain. Salah satunya yang kami coba juga adalah Sop Bihun. Makanan ini sebenarnya adalah sop berisi bihun, ikan asin, kacang, tahu, dan daging, lalu dikuahin. Rasanya unik. Mungkin ada yang akan merasa aneh dan ga suka, tapi gue sih masih bisa makan, walaupun bukan favorit yaa..



8. Pengkang, Pontianak
Salah satu makanan yang paling di-highlight Aruna dalam film Aruna & Lidahnya.

Pengkang ini sebenarnya adalah beras ketan berisi ebi yang dibungkus oleh daun pisang, lalu dibakar. Sepintas mirip lemper, tapi isinya bukan ayam. Nah, sebagai penambah rasa pedas, ada Sambel Kepah atau Sambel Kerang yang menemani. Enak!

Lokasinya ada dalam perjalanan dari Pontianak menuju Singkawang dan sebaliknya. Kurang lebih 2 jam dari Singkawang dan 1.30 jam dari Pontianak. Jadi kalian bisa menjadikan makanan ini sebagai pengganjel perut dalam perjalanan.



9. Apollo, Pontianak
Apollo adalah restoran Mie Tiau legendaris di Pontianak yang sudah memasak sejak tahun 1968. Persis di sebelahnya, ada Polo, restoran yang juga menyediakan Mie Tiau. Lucunya, kedua restoran ini bersaing secara terang-terangan. Apolo memasang papan dengan tulisan "tidak pernah pindah", sementara Polo memasang papan bertuliskan "pindahan dari sebelah". Siapa yang benar? Misteri belum terpecahkan.

Usut punya usut, ternyata pemilik kedua restoran ini adalah kakak beradik yang berantem. Biasa, bisnis bersama saudara. Mereka menyediakan menu yang kurang lebih sama, dengan rasa yang kurang lebih sama juga. Ya namanya juga kakak adek, yang ngajarin resepnya pasti emak, bapak, nenek, atau kakek yang sama toh.. Masing-masing restoran pun sudah memiliki penggemar fanatik.

Nah, gue tadinya berencana untuk makan di kedua tempat untuk membandingkan rasanya. Akan tetapi, begitu gue mencoba Mie Tiau Apollo, gue malah jadi ga napsu untuk nyobain yang versi Polo.

Kenapa? Soalnya ternyata rasanya ga sesuai ekspektasi gue. Enak sih, tapi.. Mie Tiau-nya terlalu manis dan berminyak buat gue. Jadi gue merasa kayak ga perlu coba yang satunya lagi karena yang satu aja rasanya udah bikin gue ga nafsu makan lagi..



10. Kwe Kia Theng, Jalan Gajah Mada, Pontianak
I gotta tell, that was a crazy day. Hari Sabtu kemarin, gue makan total 12 menu makanan dalam satu hari. Dan walaupun ini sudah larut, tapi Kwe Kia Theng ini bukanlah makanan terakhir gue hari itu.

Ini kali pertama gue coba Kwe Kia Theng. Sempet nemu beberapa kali di deket kantor, tapi ga pernah coba karena ragu sama rasanya. Tapi begitu sampai Pontianak, masa iya gue ga coba? 

Ternyata rasanya enak! Lagi-lagi, segala sesuatu yang berkuah di Pontianak dan Singkawang itu begitu hearty dan comforting. Bumbunya pas, ga terlalu medok. Tapi highlight gue adalah dagingnya yang luar biasa lembut dan enak. Gue bahkan sampe ngucap "dagingnya enak!" berkali-kali saking impressed-nya gue sama tu daging.



11. Nasi Ayong 999, Pontianak
My next list that night. Seakan belum kenyang, kami mampir lagi ke restoran legendaris yang menjual nasi dan telor goreng doang, tapi rame banget yang antri -- kata Nex Carlos.

Sesampainya di sana, tentu saja kami penasaran dan memesan Nasi Telor ini. Hasilnya? Enak sih. Tapi ya.. rasa nasi dan telor aja gitu, seperti kata Nex Carlos juga. LOL.

Kami pun mencoba nasi gorengnya. Ternyata, nasi goreng di sini dikasih bumbu ebi, dan hasilnya bikin rasa nasi gorengnya unik banget, serta enak tentunya.



12. Chai Kue, Jalan Gajah Mada, Pontianak
Dalam kondisi kekenyangan, kami (gue tepatnya) masih memaksakan diri untuk makan satu makanan lagi. Gue bilang ke temen-temen, "Gue harus ketemu choipan yang enak. Masa iya choipan di sini kalah enak sama yang gue makan di Jakarta?" 

And off we go to find me the delicious choipan. Berhubung kami masih berada di sekitar Jalan Gajah Mada dan di sana banyak sekali yang menjual Choi Pan -- baik yang dikukus maupun yang digoreng, kami pun akhirnya duduk di salah satu stall yang lumayan rame.

Gue memutuskan untuk mencoba choipan goreng yang juga disebut sebagai Chai Kue. Untungnya, gue nemu choipan yang enak. Gue terutama suka sama Chai Kue isi kucai, karena kucainya somehow lebih enak di sini ketimbang di Jakarta. Sementara rasa talas ataupun bengkoangnya agak kurang nendang.

Kalian bisa nemu banyak banget penjaja choipan maupun chai kue di sepanjang Jalan Gajah Mada ini pada malam hari.

------------

Apa lagi yang kami makan dalam trip kuliner gila ke Pontianak dan Singkawang kemarin ini? Tunggu part 3-nya besok!


Share:

0 comments