5 Cara Untuk Selalu Terhubung Dengan Internet Ketika Liburan ke Luar Negeri


Stay connected to the net adalah suatu kewajiban bagi netijen zaman now, apalagi pas jalan-jalan ke luar negeri. Nah, melalui postingan ini, gue pengen share 5 cara supaya lo bisa tetap Whatsapp-an dan Instastory-an selama lo liburan ke luar negeri, dari yang paling mahal ke yang paling murah, plus cara dapetinnya.

Empat dari lima cara ini mungkin lo semua udah tau, tapi cara nomor 2 gue berani jamin masih sedikit banget yang tau. Karena informasi di internet pun masih sangat terbatas soal ini. So, jangan cabut dulu dari page ini sampai kalian baca nomor 1 nya!

5. Langganan paket roaming internasional dari provider lokal


Langganan paket roaming internasional dari provider lokal adalah cara termudah, tapi bukan yang termurah. Kenapa? Karena lo udah aktifin paketnya dari Indonesia, sehingga begitu mendarat di bandara negara tujuan, lo udah otomatis terhubung ke internet tanpa perlu usaha. 

Tapiiiiii... Cara ini adalah salah satu cara termahal untuk tetap stay connected to the net menurut gue. Kenapa? Karena biasanya provider lokal mengenakan harga minimal Rp100ribu untuk paket internetan 3 hari.

Contoh aja XL yang mengenakan harga Rp150rb/hari untuk internetan di Jepang, Hong Kong, Malaysia, Singapura, Rp200rb/hari untuk Australia, Amerika Serikat, Eropa, dll. Lihat list lengkapnya di sini. Tapi XL lagi ada promo roaming data murah banget cuma Rp15rb per hari tuh, tapi hanya terbatas untuk di negara Malaysia, Singapura, Kamboja, Bangladesh, Nepal, dan Sri Lanka.

4. Beli SIM card lokal di negara tujuan


Ini cara lain untuk ngakalin biaya internet ketika liburan ke luar negeri, karena biasanya provider lokal di negara tujuan menyediakan paket internet dengan harga lebih murah dibanding langganan paket roaming dari negara asal kita. 

Misalnya, Singtel di Singapura mengenakan harga SGD15 (atau sekitar Rp150rb) untuk paket data selama 7 hari dan dapat 100GB. Di Malaysia lebih murah lagi, cuma RM10 (sekitar Rp35rb) bisa dapat paket data hingga 10GB untuk 7 hari. 

Tapi... Ga di semua negara lo bisa mendapatkan SIM card lokal dengan harga paket data lebih murah. Di Korea Selatan misalnya, harga paket datanya mulai dari USD22.90 (sekitar Rp345rb) per 5 hari! 

Atau kalau misalnya lo liburannya keliling Eropa dan pindah-pindah ke beberapa negara, maka lo harus ganti SIM card tiap kali pindah ke negara baru. Bukan cuma ribet, lebih mahal juga pastinya.

Btw, lo bisa dapetin SIM card lokal di bandara begitu lo sampe.

3. Sewa pocket wi-fi


Sewa pocket wi-fi adalah tren selama kurang lebih 2 tahun terakhir kalo gue ga salah. Cara kerjanya adalah lo pesen dari Indonesia, terus pas sampe di bandara negara tujuan, lo tinggal ambil di booth mereka yang tersedia di bandara, dan balikin pas lo mau pulang. Atau sekarang udah ada pocket wi-fi yang bisa diantar dan dijemput dari/ke rumah lo.

Gue pribadi tidak pernah menggunakan cara ini, karena menurut gue ribet. Lo harus bawa 2 device dan nge-charge 2 device. Ga efisien banget. Cuma enaknya kalo pake pocket wi-fi gini adalah lo bisa pake ke banyak device. Jadi enak buat lo yang pergi rame-rame bareng temen-temen atau keluarga. Tapi kalo buat lo yang pergi sendiri, maka harganya akan terasa mahal banget, mulai dari Rp70rb/hari

2. Mi Roaming
Nah ini dia yang jadi primadona. 

Gue baru tau soal Mi Roaming ketika gue beralih dari iPhone ke Xiaomi di bulan Juni kemarin. Pas lagi ngubek-ngubek (biasa, handphone baru), terus nemu sesuatu yang menarik. "Apaan neh Mi Roaming?" pikir gue waktu itu.

Pas gue buka, tampilannya kayak gini. 


Pas gue cari-cari di internet, masih minim banget informasinya, padahal usia aktifnya udah setahun. Dengan tidak mengetahui cara kerja pastinya, gue tes aja sendiri.

Mi Roaming memungkinkan kita stay connected to the net dengan harga hanya USD1 per hari, alias hanya Rp15rb per hari! Lo hanya perlu klik salah satu negara tujuan di atas, kemudian bayar USD1 nya langsung ke Xiaomi lewat Paypal, Debit/Credit Card, dan aktifin begitu lo sampe di negara tujuan. Begitu lo aktifin, maka paket internetnya akan mulai jalan, dan baru akan inactive di 24 jam kemudian. Lo bisa dapetin paket data dengan speed cepat sampe 300MB, lalu kecepatan akan turun.

Cara kerjanya gimana? Ternyata Xiaomi menggunakan slot SIM card kedua sebagai virtual SIM card, sehingga pada waktu lo aktivasi Mi Roaming-nya, slot SIM card kedua tersebut akan menjadi "SIM Card lokal" di negara tujuan.

Terus, kalo lo pake kedua slot SIM card-nya gimana? Apa SIM card-nya harus dikeluarin dulu? It's okay, lo ga perlu kosongin slot SIM card kedua tersebut, tapi selama Mi Roaming aktif, lo ga bisa pake SIM card kedua tersebut untuk melakukan aktivitas seperti biasa. 

Gue suka banget sama Mi Roaming ini, karena selain murah, lo ga perlu ribet. Ga perlu ribet langganan paket roaming ke provider lokal lo waktu masih di Indonesia, ga perlu ribet cari-cari SIM card lokal di negara tujuan, dan ga perlu ribet-ribet bawa pocket wi-fi ke mana-mana. Lo cuma perlu aktifin Mi Roaming dari handphone lo, and it's done. You're connected straightaway. Easy like Sunday morning.


1. Menggunakan fasilitas internet gratisan
Ini adalah cara termurah buat kalian yang ga mau keluar duit lebih, tapi tetap mau eksis. Tapi namanya gratisan, pasti selalu ada batasan.. dan yang jelas: perlu usaha lebih. Kalian ga bisa always on all the time, karena internet gratisan tidak disediakan di semua tempat. Terus kalian juga harus susah payah connecting ke access point baru setiap pindah tempat baru. 

But that's okay. We need it sometimes. Karena ketika liburan, ga setiap saat kita harus selalu stay connected, toh? Kadang kita butuh silent time tanpa distraksi internet supaya kita bisa lebih menikmati apa yang kita lihat. Setuju?

***

Nah, itu dia 5 cara supaya kalian selalu terhubung dengan internet ketika liburan ke luar negeri. Ada cara lain yang kalian tau dan belom gue share di sini? Let me know di comment box!

Share:

0 comments