6 Situs Hotel Booking Yang Bisa Memberikan Harga Murah, Diskon, Bahkan Menginap Gratis!

Kamar dengan design lucu di The Silk Hotel Dago, Bandung.

Dulu, ketika kita mau booking hotel atau pesawat, maka pilihan kita akan jatuh pada travel agent konvensional (Golden Rama, Dwidaya, Anta Tour, dll), atau memesan langsung pada hotel/maskapai terkait, baik lewat telepon maupun mendatangi hotel/kantornya secara langsung. Tapi sekarang, semuanya serba online. Kita bisa memesan hotel maupun pesawat langsung dari depan layar laptop/komputer kita dengan mudahnya. Bahkan, kini kita juga bisa melakukannya melalui telepon genggam karena kebanyakan hotel dan maskapai sudah memiliki mobile apps-nya masing-masing.

Seiring dengan perubahan era ini, maka muncul lah yang namanya Online Travel Agent (OTA), yang fungsinya kurang lebih sama dengan travel agent konvensional. Dan… OTA-OTA ini jumlahnya semakin banyak. Kalau dulu kita hanya mengenal Kayak, Expedia, Priceline, Agoda, Booking.com, dan beberapa nama lainnya, maka sekarang kita mengenal Tiket.com, Traveloka, Nusa Trip, Pegipegi.com, dan masih banyak lagi.

Bukan cuma travel agent yang berevolusi. Maskapai dan hotel pun berbenah. Kini, mereka juga menyediakan fasilitas pemesanan secara online. Persaingan makin berat, tapi, pilihan untuk konsumen pun semakin banyak.

Awalnya, para OTA ini menggunakan cara yang kurang lebih sama untuk menarik pelanggan: “bakar duit”. Mereka memberikan harga yang jauh lebih murah ketimbang maskapai maupun OTA konvensional serta berbagai promo yang menggiurkan. Namun pada akhirnya, siapa yang bertahan ialah mereka yang bukan cuma bisa memberikan harga yang murah, tapi juga value added dan fasilitas yang ada, serta pelayanan yang baik pada pelanggannya.

Untuk pesawat, gue selalu cari lewat Skyscanner dan beli di Tiket.com atau langsung beli ke situs maskapainya, tergantung jauhnya perbedaan harga dan juga apakah maskapai tersebut menyediakan point reward system (miles) atau tidak. Biasanya, kalau mereka menyediakan point reward system (seperti Garuda Indonesia, Air Asia, atau Batik Air), gue memilih untuk langsung memesannya lewat situs maskapai. Tapi kalau engga, biasanya gue memilih Tiket.com, karena Tiket.com punya program loyalitas pelanggan di mana kita bisa mengumpulkan poin yang bisa dikonversikan sebagai pemotongan harga nantinya.

Tapi kalau hotel, pilihannya lebih banyak. Biasanya, kalau pesan langsung di situs hotelnya, lo bisa mendapatkan harga yang lebih murah dan fasilitas tambahan gratis, seperti penjemputan dari dan ke bandara/stasiun. Tapi, ngga semua hotel menawarkan value added – atau bahkan harga yang lebih murah – ketimbang OTA untuk hotel booking. 

Maka dari itu, di sini gue mau share 6 situs pemesanan hotel favorit gue, beserta keunggulan--dan tentu saja kelemahan--nya. Karena buat gue, bukan cuma harga yang penting, tapi juga other perks yang ditawarkan masing-masing situs ini, yang bisa memberikan gue keuntungan lebih selain harga yang hanya berapa puluh ribu (atau bahkan hanya beberapa ribu) lebih murah. Karena kalo lo bisa memanfaatkan value added ini dengan baik, maka bukan ngga mungkin lo bisa mendapatkan hotel dengan harga yang murah, diskon, bahkan gratis!

1. Agoda
Agoda jadi situs pemesanan favorit gue sejak 2 tahun lalu. Kenapa?

1) Mereka punya program loyalitas pelanggan, di mana user bisa mengumpulkan poin untuk setiap pemesanan hotel. Nantinya, poin-poin tersebut bisa digunakan sebagai pemotong harga untuk pemesanan di masa yang akan datang. Gue suka banget sama program ini, karena dari poin-poinnya Agoda, gue bisa nginep di Doubletree by Hilton Jakarta secara gratis, nginep di The Chandi Boutique Hotel Lombok setengah harga, dan merayakan ulang tahun yang menyenangkan dengan menginap di Mesastila, juga hanya dengan membayar setengah harga sahaja.

2) Mereka berani menjamin harga termurah. Katanya, kalo kita bisa nemu OTA lain yang ngasih harga lebih murah, maka mereka bisa memberikan kita harga tersebut, atau bahkan lebih murah. Dan biasanya memang benar. Jarang gue menemukan OTA yang menawarkan harga lebih murah ketimbang Agoda, bahkan di situs hotelnya sendiri. Well ya ga heran sih sebetulnya, karena Agoda punya semacam perjanjian dengan hotel-hotel partner-nya, kalo sampe mereka berani ngasih harga lebih murah ke OTA lain, maka krek, putus hubungan dengan Agoda. Daaannn, siapa yang berani putus dengan Agoda kan ya, secara mereka adalah salah satu sumber pemasukan terbesar hotel-hotel itu gitu lho.

Sayangnya, pilihan hostel di Agoda cukup terbatas, sehingga untuk traveler yang duitnya masih belom wah banget akan kesulitan untuk memilih penginapan di Agoda, terutama jika mereka ingin ke Eropa atau Amerika.

Pool side The Chandi Boutique Hotel Lombok. Asyik buat leyeh-leyeh cantik.

Kamar di Mesastila yang guede banget! Salah satu experience menginap terbaik yang pernah gue alami.

Pemandangan dari kamar di Doubletree by Hilton Jakarta. Asyik buat staycation.

Harga di Tiket.com ngga selalu menjadi harga yang termurah, walaupun mereka sudah tidak mengenakan biaya servis pada penggunanya. Tapi, memesan pesawat atau hotel di Tiket.com menjadi pilihan yang menarik karena mereka juga punya point reward system yang bisa kita gunakan untuk memotong harga di kemudian hari. Gara-gara poin ini, gue bisa menginap di Greenhost Hotel Prawirotaman hanya dengan membayar Rp 400.000 saja untuk 2 malam. Asyik kaann..

Bukan itu aja, kadang, walaupun tidak menjadi provider harga termurah, Tiket.com sering punya promo diskon 25-150rb untuk pemesanan hotel maupun tiket pesawat secara berkala. Kadang kerjasama dengan kartu kredit tertentu, kadang tersedia untuk siapa saja. Selain itu, mereka juga punya Tiket Elite Card Member untuk para Elite Member-nya yang sudah memiliki lebih dari 10.000 poin. Ini adalah sebuah kartu flazz BCA di mana pemiliknya bisa mendapatkan diskon atau berbagai penawaran menarik lainnya dari merchant partner mereka. 

Sayangnya, Tiket.com hanya bagus untuk lokal atau ASEAN, dan kurang bisa diandalkan untuk penerbangan mancanegara yang lebih jauh. Selain itu, pilihan hotel juga tidak sebanyak Agoda atau situs pemesanan hotel internasional lainnya.

Area lobby, restoran, dan kolam renang di Greenhost Hotel Prawirotaman, a.k.a Hotelnya AADC2.

Booking.com memang ngga punya point reward system kayak Agoda maupun Tiket, tapi mereka punya fitur free cancellation fee dan free down payment, serta opsi untuk bayar di tempat ketika melakukan pemesanan hotel di situsnya. Hal ini sangat berguna ketika lo ingin melakukan perjalanan ke Eropa atau ke tempat lainnya yang membutuhkan bukti pemesanan hotel sebagai syarat pengajuan visa, dan lo belom punya fixed travel itinerary. Lo bisa pesan dulu di Booking.com, kemudian tinggal meng-cancel-nya kalau lo ga jadi nginap di sana.

Booking.com juga punya pilihan hostel dan BnB yang jauh lebih banyak dan lebih kece-kece ketimbang Agoda. Jadi, sangat berguna untuk backpacker atau budget-traveler yang ingin menghemat biaya penginapan. Selain itu, gue juga suka gimana mereka menyediakan city guide, lengkap dengan rekomendasi wisata dan tempat makan yang bisa disesuaikan dengan budget. Ga kalah keren dari rekomendasinya Lonely Planet deh pokoknya..

Lobby The Hat Hostel Madrid, hostel super hipster yang kece bener.

Lobby sekaligus sudut cafe King Kong Hostel Rotterdam. Berdekor dan berlokasi di tempat yang hipster abis. Cakep! 

4. AirBnB
Sejujurnya, gue tergolong jarang menggunakan AirBnB. Baru sekali malah pas ke Eropa kemarin. Tapi, gue tau dari dulu kalo AirBnB itu lucu. Lo bukan cuma bisa nyari penginapan, tapi lo juga bisa menyewakan rumah, apartemen, atau kamar lo sendiri!

Ketika lo bergabung dengan AirBnB, maka lo bergabung dengan sebuah komunitas yang berlandaskan rasa percaya. Tempat yang akan lo inepin nanti bukanlah tempat yang “dirawat” oleh para hoteliers, tapi oleh orang-orang biasa seperti lo dan gue. Mereka menyewakan rumah, apartemen, atau kamar mereka untuk orang asing. Jadinya, ketika menginap di tempat mereka, lo serasa berada di rumah sendiri, sebuah kesempatan untuk "live like a local" ketika jalan-jalan.

Ada 2 tipe pemesanan di AirBnB: "Request to Book" dan "Instant Booking". Kalo "Request to Book", artinya lo harus menunggu keputusan dari si empunya tempat dulu, apakah lo diizinkan untuk menyewa tempatnya atau tidak. Bukan cuma tamu yang bisa memilih host, host juga bisa memilih tamunya, maka profil lo juga penting. Sementara "Instant Booking" berarti lo udah pasti akan mendapatkan tempat yang lo mau.

Selain itu, ada 3 pilihan "kamar" yang bisa lo temukan di AirBnB. Ada yang menyewakan satu apartemen/rumah, ada yang hanya menyewakan kamar pribadi saja, ada juga yang menyewakan kamar yang bisa lo share dengan orang lain (biasanya dorm). Tapi serunya di AirBnB, lo bisa menemukan jenis akomodasi yang unik dan tidak terbatas pada gedung atau rumah. Lo bisa menginap di bungalow, villa, tenda, rumah pohonkapal, sampai kastil!

Sedikit tips buat lo yang baru pertama kali akan pakai AirBnB: 
1) Lihat review-nya. Again, karena yang manage adalah orang biasa dan berlandaskan kepercayaan, maka review orang lain jauh lebih penting ketimbang foto. Cari yang review-nya udah banyak, dan kalo bisa "Super Host" (bisa dipercaya).
2) Behave and be respectful. Ingat, lo tinggal di rumah orang -- dan kadang ada yang punya juga. Itu rumah mereka, maka jagalah seperti lo menjaga rumah lo sendiri. Kalo abis pake barang mereka, gantiin kalo emang lo pakenya kebanyakan. Abis makan, cuci piring dan perkakasnya dengan bersih. Dan kalo mereka tinggal sama lo, ajak ngobrol lah. Jangan perlakukan mereka seperti staf hotel yang harus melayani tamunya. Baca tips lainnya di sini.
3) Kalo lo belom punya akun di AirBnB, sign up lewat referral gue di sini www.airbnb.com/c/kkismadi supaya lo bisa dapet potongan harga sekitar Rp 250.000 untuk pemesanan pertama lo. Lumayan kaan. Jadi, pake ya! *wink wink*

Ruang TV di apartemen yang gue sewa di Paris kemarin ini.
Enaknya tinggal di apartemen, lo bisa dapet fasilitas lain seperti dapur dan mesin cuci. 

Dulu, konsep yang diusung Hotel Quickly sangat unik. Mereka hanya tersedia di mobile apps, mereka hanya menyediakan pilihan pemesanan hotel untuk malam itu juga (last minute booking), dan mereka hanya menyediakan 8-10 pilihan hotel dengan deal terbaik. Jadi, lo ga bisa book in advance untuk seminggu atau sebulan ke depan. Lha wong buat 2 hari ke depan aja ga bisa. Tapi, seiring berjalannya waktu, mereka menambah opsi untuk memesan hingga 7 hari ke depan dan juga pilihan hotel yang lebih banyak lagi, sehingga konsepnya jadi ngga "sangat unik" lagi.

Namun demikian, Hotel Quickly akan sangat membantu lo kalo lo butuh hotel mendadak. Gue ga tau gimana mereka bikin deal-nya sama hotel-hotel itu ya -- and how they sneak around Agoda's rule --, tapi harga hotel di Hotel Quickly bisa 50rb-1jt lebih murah ketimbang harga di Agoda (barusan ngecek untuk malam ini, Intercon Jakarta di Agoda 2.6an, sementara di Hotel Quickly cuma 1.7an).

The catch is you don't know what room you'll get, karena biasanya kamar yang tersedia di hotel-hotel yang masuk dalam list-nya Hotel Quickly ini adalah kamar-kamar terakhir. Bisa jadi lo dapet kamar dengan kelas terendah, tengah-tengah, atau bahkan tertinggi. Tapi, mereka memberi jaminan bahwa kamar tersebut bisa menampung 2 orang. Fasilitas lain seperti sarapan dan wi-fi berbeda-beda tergantung kebijakan hotelnya, dan detailnya bisa lo liat di halaman hotel terkait kok.

P.S.: Kalau belum sign up di Hotel Quickly, begitu sign up masukin kode KKISM1 ya buat dapat diskon Rp 130.000 untuk pemesanan pertama. ;)

Travelio adalah hotel booking site lokal yang baru berusia 1 tahun, dan mengusung konsep yang beda banget, dan katanya merupakan yang pertama dan satu-satunya di Asia! Di sini, lo bisa nawar harga hotelnya! Udah kayak di pasar tradisional aja, ya kaann.. 

Proses pemesanannya sama seperti OTA pada umumnya: masukkan lokasi, pilih tanggal, dan daftar hotelnya muncul. Nah tapi, kalo biasanya setelah pilih hotel maka lo akan diberitahukan harga yang harus lo bayar, di Travelio lo mempunyai pilihan untuk menawar harga. Setelah lo selesai menawar, lo akan diberitahu apakah harga yang lo minta bisa diterima sama hotelnya atau engga. Biasanya, lo bisa menghemat hingga Rp 100.000 per malamnya. Seru ya?  

Nah, itu dia 6 situs hotel booking yang paling sering gue gunakan. Gimana dengan lo?

Share:

2 comments

  1. Nice Hotel! Online hotel bookings with Best Price Guarantee + Free Cancellations. Great Deals & Discounts on luxury rooms, 5-star hotels & cheap budget hotels at TravelUR

    ReplyDelete