Gili Trawangan: Paradise on Earth (part 1)


Pantai merupakan salah satu destinasi wisata favorit masyarakat kebanyakkan. Laut, matahari, dan pasir putih yang identik dengan waktu untuk bersantai maupun melakukan aktvitas di lautan menjadi alasan mengapa banyak orang menyukai wisata pantai. Indonesia, sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia, tentunya memiliki area pantai yang sangat luas, terpampang dari sabang sampai merauke. Bukan saja menang karena luas areanya, tapi juga karena keindahan pantainya dan juga alam bawah lautnya. Siapa yang tak kenal Bali? Surga berjemur bagi para wisatawan asing yang ingin mendapatkan kulit indah kecokelatan terbakar matahari?

Selain Bali, yang juga sering terdengar akan eksotisme pantai atau lautnya adalah Bunaken, dan juga Raja Ampat. Tapi belakangan, ada satu kuda hitam yang patut diperhitungkan namanya dan sedang menjadi buah bibir di antara para wisatawan, yaitu Gili Trawangan.

Gili Trawangan adalah sebuah pulau kecil yg terletak di dekat Lombok, Nusa Tenggara Barat. Selain Gili Trawangan, ada dua Gili lainnya, yaitu Gili Meno dan Gili Air, dan mereka bertiga terkenal dengan nama Tiga Gili. Gili Trawangan bukanlah pulau besar, tapi ia adalah yang terbesar di antara ketiga Gili lainnya, dan mungkin itu mengapa Gili Trawangan menjadi pulau yang paling terkenal di antara ketiganya.

Walau ketiganya berlokasi berdekatan, tapi karakter masing-masing pulau berbeda. Jika kamu adalah orang yang suka dengan flora-fauna, maka habiskanlah lebih banyak waktumu untuk berkunjung ke Gili Meno. Jika kamu adalah tipe orang yang mencari keheningan, maka tempat yang paling cocok buatmu adalah Gili Air. Tapi jika kamu adalah orang yang lebih suka dengan kehidupan malam, maka pilihanmu harus jatuh ke Gili Trawangan.

Dengan pasir putih dan air bening yang indah, sulit bagi para penikmat matahari ini untuk menghindari panggilan menggoda dari pulau yang bisa dibilang masih cukup terbelakang ini, mengingat akses untuk ke "kota besar" cukup jauh dan cukup memakan waktu. Belum lagi alat transportasinya yang masih sangat sederhana, hanya fast boat atau kapal nelayan untuk menyeberang antar pulau, ataupun cidomo dan sepeda untuk sarana transportasi di darat. Tidak ada motor, apalagi mobil! Hal ini dimaklumi dikarenakan panjang pulaunya hanya 3 km dan lebarnya 2 km, yang berarti kalau kamu mengelilingi pulaunya dengan berjalan kaki dengan kecepatan standar, maka kamu bisa kembali ke ujung yang sama dalam waktu 3-4 jam saja. Sangat kecil bukan? Jumlah penduduk pulau yang dulunya adalah tempat pembuangan narapidana ini pun tak banyak, hanya 800 jiwa saja.

Bukan hanya dari segi sarana transportasi pulau ini "tertinggal", tapi juga dari segi pendidikan. Ketiadaan sekolah sebagai tempat untuk mengenyam ilmu menjadikan hampir seluruh penduduk lokal "bodoh", dan mungkin mudah dibodohi. Tidak bisa berhitung, ataupun tidak mengerti sistem nilai dari sebuah produk ataupun jasa. Namun, kekurangan itu tidak menjadi penghalang bagi pulau kecil untuk berkembang. Terbukti dari banyaknya turis asing (mayoritas Eropa dan Australia) yang berkunjung dan menghabiskan waktu di sana. Belum lagi banyaknya cafe atau restaurant yang menyediakan fasilitas dan menu yang sesuai dengan target wisatawan mereka.

Pada dasarnya, ada dua jalur utama menuju Gili, lewat Bali atau lewat Lombok. Kalau lewat Bali, perjalanan akan lebih jauh dan memakan waktu lebih lama, juga lebih mahal. Sementara kalau kamu lewat Lombok, perjalanan akan lebih singkat, dan lebih murah tentunya.

Jika kamu sampai di Lombok pagi hari, kamu bisa langsung menuju Pelabuhan Bangsal menggunakan taksi dari bandara, yang akan menghabiskan biaya sekitar Rp 100.000. Setelah sampai di Pelabuhan Bangsal, kamu bisa pilih public boat yang ada untuk menyebrangkanmu dari Bangsal ke Gili  Trawangan. Kapal umum ini bisa memuat 15-20 orang dan beroperasi mulai dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore, tapi disarankan kamu ambil kapal pagi saja, karena semakin siang angin dan ombak semakin besar, dan penyebrangan akan lebih berbahaya. Biaya penyebrangan menggunakan public boat ini hanya Rp 10.000 sekali jalan, dengan waktu tempuh 30-45 menit.

Selain menggunakan public boat, sebenarnya ada 3 cara lainnya untuk menuju Gili Trawangan dari Lombok. Tapi yang paling saya sarankan adalah menggunakan public boat karena biaya yang lebih murah. Info tentang tiga cara lainnya bisa kamu dapatkan di sini.

Kalau kamu memutuskan untuk lewat Bali, ada  beberapa cara lagi yang bisa kamu lakukan. Pertama, kamu bisa terbang menggunakan pesawat ke Lombok, lalu mengikuti langkah yang sama seperti yang sudah dijelaskan di atas (biaya tiket Bali-Lombok sekitar Rp 250.000 one way dengan Garuda Indonesia), atau menggunakan bus atau public ferry dari Bali ke Lombok yang memakan waktu sekitar 4-5 jam, untuk kemudian kamu tiba di Pelabuhan Bangsal dan melakukan step yang sama seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Tapi tunggu dulu, jangan kaget melihat waktu tempuh yang begitu lamanya. Ada satu cara lain dari Bali yang bisa membawamu menuju Gili Trawangan dalam waktu yang lebih singkat, lebih nyaman, tapi tentunya lebih mahal – jauh. Kamu bisa menggunakan fast boat yang dioperasikan beberapa perusahaan fast boat, seperti Gili Cat, Gili Gili, dan yang paling terkenal adalah Blue Water Express. Walau namanya berbeda-beda, tapi harga yang ditawarkan hampir sama, sekitar Rp 690.000 sekali jalan. Mahal sekali, bukan? Tapi dengan menggunakan Blue Water Express ini, kamu mendapatkan fasilitas yang cukup oke juga: waktu penyebrangan yang memakan waktu dua jam, shuttle bus service dari hotelmu ke Padang Bai untuk kemudian menyebrang dengan menggunakan kapal bagus seperti gambar di bawah ini:




Mau tahu apa saja yang bisa kamu lakukan di Gili Trawangan? Tunggu post berikutnya ya :)

Share:

0 comments